BERKONGSI NIKMAT IMAN, ISLAM ALLAHHU AKBAR

Saturday, June 12, 2010

Wanita Solehah VS Bidadari Syurga Terindah..


Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar.”

Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.” (Al-waqi’ah : 23)

Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)

Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”

Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49)

Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

........................................

...........................

Sungguh indah perkataan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah lebih utama dibandingkan seorang bidadari. Ya, bidadari saudaraku.

Sungguh betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin islamnya. Mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Sungguh, betapa indah gambaran Allah kepada wanita shalehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang tatkala cobaan dan ujian menimpa, hanya kesabaran dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita salehah. Dan wanita salehah adalah mereka yang menerapkan islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya. Senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada. Bahkan seorang “Aidh Al-Qarni menggambarkan wanita sebagai batu-batu indah seperti zamrud, berlian, intan, permata, dan sebagainya di dalam bukunya yang berjudul “Menjadi wanita paling bahagia”.

Subhanallah. Tak ada kemuliaan lain ketika Allah menyebutkan di dalam al-quran surat an-nisa ayat 34, bahwa wanita salehah adalah yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang diajarkan oleh Allah.

Dan bidadari pun cemburu kepada mereka karena keimanan dan kemuliaannya. Bagaimana caranya agar menjadi wanita salehah? Tentu saja dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala laranganNya. Senantiasa meningkatkan kualitas diri dan menularkannya kepada orang lain. Wanita dunia yang salehah kelak akan menjadi bidadari-bidadari surga yang begitu indah.

Duhai saudariku muslimah, maukah engkau menjadi wanita yang lebih utama dibanding bidadari? Allah meletakkan cahaya di atas wajahmu dan memuliakanmu di surga menjadi bidadari-bidadari surga. Maka, berlajarlah dan tingkatkanlah kualiti dirimu, agar Allah ridha kepadamu..

Thursday, June 10, 2010

Air mata yang paling berharga...


Rasulullah bersabda, maksudnya:

“Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan dikotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan dirahmati. Tidaklah ada sesuatu pun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”

Tangisan yang dimaksudkan ialah tangisan kerana takut kepada Allah. Menangis kerana menyesal atas kesalahan dan dosa, malah tangisan takut kepada azab Allah sangat bernilai di sisi-Nya sehingga air mata itu boleh memadamkan api neraka.

Salman al-Farisi r.a berkata, sahabat-sahabatku menangis atas tiga perkara, iaitu: Berpisah dengan Rasulullah dan kalangan sahabat. Ketakutan seorang yang perkasa ketika melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya. Aku tidak tahu sama ada aku akan diperintahkan untuk ke syurga atau neraka.

Ada juga jenis air mata yang tidak bernilai di sisi Allah, malah kadangkala mendapat kemurkaan Allah. Antaranya menangis tengok filem Hindi serta menangis sehingga meratap dan memukul badan, malah merobek pakaian apabila ada kematian.

Tanda air mata rahmat sebagaimana diterangkan Rasulullah s.a.w dalam sabda yang bermaksud:

Jagalah mayat ketika kematiannya dan perhatikanlah tiga perkara, iaitu.
1. Apabila dahinya berpeluh.
2 Air matanya berlinang.
3. Hidungnya keluar cecair.

Simpanlah air mata tangisan itu semua sebagai bekalan untuk menginsafi segala kecuaian yang melanda diri, segala dosa berbentuk bintik hitam yang menggelapkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah s.w.t. Justeru, serulah air mata itu daripada persembunyiannya di sebalik kelopak mata, agar ia menitis, membasahi dan mencuci hati, sehingga ia putih kembali dan semoga ia dapat meleburkan dosa dan mendapat keampunan-Nya.

Tuesday, June 8, 2010

SAFF DI AKHIRAT


Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a. menghadap Rasulullah S.A.W. dan bertanya kepada baginda:

“Wahai Rasulullah S.A.W., tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah S.W.T”

Erti firmanNya; “Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah al-Naba’)

Mendengar pertanyaan ini, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab;

“Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepadaku perkara yanag amat besar bahawa umatku masing-masing dengan pembawaan diri mereka sendiri.”

Maka Rasulullah menyatakan setiap barisan yang sebanyak 12 barisan.

1) BARISAN PERTAMA

Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih;

“Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati jirannya. Maka demikian balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

2) BARISAN KEDUA

Diiringi dari kubur dalam berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih;

“Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

3) BARISAN KETIGA

Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

“Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

4) BARISAN KEEMPAT

Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.

“Mereka adalah orang yag berdusta di dalam jual beli. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

5) BARISAN KELIMA

Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu,Allah S.W.T. menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar.

“Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka kerana takut diketahui manusia,tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah S.W.T. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

6) BARISAN KEENAM

Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.

“Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

7) BARISAN KETUJUH

Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir nanah dan darah.

“Mereka itu adalah orang yang enggan member kesaksian di atas kebenaran. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

8) BARISAN KELAPAN

Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

“Mereka adalah orang yang berbuat zina. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.”

9) BARISAN KESEMBILAN

Diiringi dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara di dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

"Mereka adalah orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang tidak sepatutnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

10) BARISAN KESEPULUH

Diiringi dari kubur dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta.

"Mereka adalah orang yang derhaka kepada ibu bapa. Maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

11) BARISAN KESEBELAS

Diiringi dari kubur dalam keadaan buta mata kepala,gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terlanjur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran.

"Mereka adalah orang yang meminum arak. Maka inilah balsannya dan tempat kembali mereka adalah neraka."

Monday, June 7, 2010


Kalaulah aku tahu sakaratul maut itu
Jiwa meregang...
Tubuh pun bergetar-getar hebat, berbaur jeritan ketakutan
atau linangan air mata bahagia kerana ingin bertemu Rabb-nya.
Ditarik, dan dicabut dari setiap urat nadi, syaraf,
dan akar rambut. Ini sebuah titah, ia harus kembali
kepada pemilik-Nya.
Allahu Akbar, janji-Mu telah tiba.

Yaa Robbi... alangkah sakit dan pedih.
Perih laksana tiga ratus tusukan pedang, atau ringan
bagaikan sebuah pengait saat dimasukkan dan ditarik
dari gumpalan bulu yang basah. Duhai jiwa, seandainya
engkau tahu bahawa sakaratul maut itu lebih ngeri dan
dahsyat dari semua sketsa yang ada.

Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an, dan
sesegukan air mata yang tumpah. Lalu, hening berbalut sepi.
Semakin hening, bening..., menggantikan hingar bingar
dunia di kala pagi yang penat dan siang yang
meranggas. Diam pun menyisakan kepiluan, kesedihan
atau berjuta kenangan. Dia telah pergi, dan tak akan
pernah kembali.

Yaa Allah..., inikah kepastian yang telah Engkau tetapkan?

Di mana tumpukan harta yang telah terkumpul sekian
lama? Pelayan yang setia, rumah mewah, kendaraan,
kebun rindang dan subur, pakaian yang indah, dan
orang-orang tercinta, dimanakah kini kamu berada?
Semua telah direnggut kematian, dicampakkan, dan
dihempaskannya kenikmatan dunia yang dahulu terlalu
dielu-elukan. Adakah segala amanah dapat menuai
pahala, duhai Allah.

Kegelapan pun menyeruak, hitam pekat laksana jelaga,
sungguh mengerikan sebagian jiwa yang akan berteman
dengan amalan jahat hingga tibanya hari kiamat.
Mencekam, berbaur jeritan keras memekakkan telinga,
"Jangan Kau datangkan kiamat yaa Allah, sungguh aku
disini sudah sangat tersiksa!!!" saat diperlihatkan tempatnya di neraka.

Bagi sebagian lainnya, alam kubur justru membuat
bahagia. Berteman amal sholeh yang diibaratkan sebagai
manusia dengan paras sangat menyenangkan. Lalu ia pun
menjerit, menangis bahagia saat ditunjukkan tempatnya
di surga, "Datangkan hari kiamat sekarang yaa Allah,
aku ingin segera ke sana!!!"

Kematian...
Erat menyiratkan takut dan pilu serta lantunan
senandung duka. Menciptakan nada-nada pedih dan gamang
yang kadang menghujam iman, hingga hati pun bertanya,
mengapa selalu ada perpisahan? Rasa itu menghantam dan
menikam pada keluarga yang ditinggalkan.

Namun kematian adalah suatu keniscayaan, karena ia
telah dijanjikan. Kematian pun hakikatnya adalah
sahabat akrab bagi setiap yang bernyawa. Sayang,
kesadaran itu begitu menghentak saat orang-orang yang
kita cintalah yang direnggutnya. Ketika itu auranya
begitu dekat, serasa setiap helaan nafas beraroma
kematian.

Duhai jiwa...
Sadarkah engkau bahwa kelak kuburan adalah tempat
peristirahatan? Sudahkah engkau siapkan malam pertama
di sana, seperti kau sibukkan diri menjelang malam
pertama pernikahan? Tidakkah engkau tahu bahwa ia
adalah malam yang sangat mengerikan, malam yang
membuat orang-orang sholeh menangis saat memikirkannya.

Kau gerakkan lidah ini untuk membaca Al Qur'an, tetapi
tingkah lakumu tak pernah kau selaraskan. Kau kenal
setan, tapi mereka kau jadikan teman. Kau ucapkan
bahwa RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam adalah
kecintaan, namun sunnah-Nya kau tinggalkan. Kau
katakan ingin masuk surga, tapi tak pernah berhenti
berbuat dosa. Tak henti-hentinya kau sibukkan dirimu
dengan kesalahan saudaramu sendiri, padahal engkau pun
bukan manusia suci. Saat kau kebumikan sahabat-sahabat
yang telah mendahului, mengapa kau mengira dirimu tak
akan pernah mati?

AstaghfiruLlah al 'adzim...

Duhai Allah...
Engkau yang Maha Mendengar
Dengarkan munajat ini yaa Robbi, berilah kesempatan
untuk kami selalu memperbaiki diri
Jadikan diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu nanti

Ringankan kematian kami yaa Allah, mudahkanlah duhai
Pemilik Jiwa
Jadikan hati ini ikhlas saat malaikat maut menyapa
Hingga kematian menjadi sangat indah, kematian yang
husnul khaatima

Sunday, June 6, 2010

RAMAI YANG MASIH TIDAK SOLAT


“Sejumlah 80 peratus umat Islam di Malaysia masih tidak menyempurnakan solat lima waktu dalam sehari”.

Anda mungkin terkejut dengan data ini tetapi itulah hakikatnya. Dalam satu kajian yang telah dilakukan oleh tokoh motivasi terkenal di Malaysia, Dato’ Dr. Mohd Fadzilah Kamsah, bahawa sejumlah 80 peratus umat Islam di Malaysia masih tidak menyempurnakan solat lima waktu dalam sehari. Peratusan angka ini diperoleh melalui tinjauan beliau menerusi program-program ceramah dan motivasi, yang dijalankan di seluruh negara serta pemerhatian terhadap gaya hidup masa kini.

Menurut Dato’ Dr. Mohd Fadzilah Kamsah antara golongan yang kerap meninggalkan ibadah solat ini ialah golongan para pelajar sekolah, golongan belia, pekerja kilang, anggota pasukan seragam dan juga para peniaga (Utusan Malaysia 2008, 23 Jun).

Menurut kajian itu lagi hanya sekitar 17 hingga 20 peratus yang menunaikan solat fardu cukup lima waktu dalam sehari, sementara bagi pelajar -pelajar sekolah menengah, iaitu hanya 15 peratus sahaja mengakui bersembahyang lima kali sehari. dan fakta ini ternyata menyamai dapatan kajian yang menunjukkan bahawa sejumlah 86.2% responden mengakui kerap meninggalkan solat dan sejumlah kecil responden yang melaksanakan solat dengan secukupnya.

Selain dari itu kadar pelaksanaan yang rendah dalam ibadah solat di kalangan responden dalam kajian ini juga mungkin dapat dikaitkan dengan tahap pengetahuan dan kemahiran responden dalam menunaikan ibadat tersebut. Apakah faktor yang menyebabkan jumlah besar responden tidak menunaikan solat dalam kehidupan mereka?

Persoalan ini mungkin tidak dapat diselesaikan dengan menjaga fakta-fakta atau cara melaksanakan solat. Sesungguhnya ia melibatkan banyak faktor lain termasuk motivasi pelaksanaan solat dan ibadat. Menurut al-Kumayi (2009) terdapat tiga halangan dalam melaksanakan ibadah iaitu:

1. Malas (kasal) mengerjakan ibadat kepada Allah, sedang setiap insan sanggup dan berupaya melakukan ibadah.

2. Lemah fikiran (futur) atau tidak memiliki tekad yang kuat kerana terpengaruh dengan kehidupan dunia.

3. Bosan (malal) atau cepat berasa bosan melakukan ibadah sedangkan tujuan belum tercapai.

Sesungguhnya amalan atau perbuatan meninggalkan solat ini merupakan masalah yang serius atau cukup barat, kerana baik buruknya perlakuan seseorang itu sangat dipengaruhi oleh solatnya.

Jika ibadah solatnya baik, dilakukan dengan peluh kesempurnaan yang merangkumi aspek rukun, syarat dan penuh khusyuk ia akan dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Aspek ini menjadi jawapan kepada pelbagai masalah yang timbul dalam organisasi atau pun yang melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan syarak.

Friday, June 4, 2010


17,303 anak luar nikah didaftar 2009

KUALA LUMPUR: Seramai 17,303 anak luar nikah Melayu atau tidak sah taraf didaftarkan di seluruh negara sepanjang tahun lalu.

Ketua Pengarah Jabatan Pendaftaran Negara (JPN), Datuk Alwi Ibrahim, berkata bilangan itu meningkat 762 kes berbanding tahun sebelumnya. Pada 2008 seramai 16,541 anak luar nikah didaftarkan di JPN manakala pada 2007 seramai 16,100 orang.

Alwi menjelaskan dalam tempoh lima tahun lalu, JPN mencatatkan 74,723 pendaftaran anak luar nikah adalah membabitkan orang Melayu/Islam.

Ini tidak termasuk kes buang bayi yang dilaporkan kepada Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM). “Sepanjang tempoh ini, 214,033 bayi pelbagai bangsa didaftarkan dengan status anak tidak sah taraf, termasuk kes anak yang tidak berbapa 104,834 orang dan 109,199 orang mengikut Seksyen 13, Akta Pendaftaran Kelahiran dan Kematian 1957 (Akta 299),” katanya kepada Berita Minggu.

Mengikut Seksyen 13, bayi itu dianggap anak yang dilahirkan hasil ikatan perkahwinan tidak teratur atau tidak sah mengikut undang-undang negara.

Ini termasuk anak hasil hubungan luar nikah bagi orang Melayu/Islam atau pernikahan tidak didaftarkan mengikut undang-undang negara. Bayi yang lahir kurang enam bulan dari tarikh pernikahan ibu bapanya juga termasuk dalam status sama.

Bagi anak pasangan bukan Islam, kebanyakan kes merujuk kepada anak dilahirkan sebelum tarikh pendaftaran perkahwinan atau anak yang tidak mempunyai bapa.

Dalam tempoh lima tahun dari 2005 hingga 2009, pendaftaran ‘anak luar nikah’ membabitkan orang Melayu menduduki tempat kedua dengan 74,723 kes, di belakang kaum-kaum lain dengan 91,922 kes, diikuti India (23,696 kes) dan Cina (23,692 kes).

Beliau berkata, bayi tanpa bapa daripada keturunan Melayu/Islam diletakkan nama diikuti ‘bin’ atau ‘binti’ Abdullah atau mana-mana nama pilihan Asma Al-Husna (nama-nama Allah).

“Keputusan itu selaras ketetapan Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan dan ia juga selaras format baru sijil kelahiran yang memerlukan nama penuh bayi berserta bin atau binti dipaparkan pada sijil kelahiran.

“Bagaimanapun, hanya maklumat ibu akan dimasukkan dalam sijil kelahiran bayi berkenaan dan nama pada MyKad kanak-kanak itu kekal menggunakan nama dalam sijil kelahiran,” katanya.

Bagi kes bayi pasangan yang berkahwin di luar negara tanpa mendaftar semula di Malaysia, beliau menasihatkan mereka menyelesaikan urusan dengan pihak berkaitan termasuk majlis agama atau mahkamah.

“Jika anak dilahirkan di luar negara, daftar dengan kedutaan dan apabila pulang ke Malaysia, daftar semula dengan JPN.

“Bagi kes yang tidak mendaftar perkahwinan mereka tetapi sudah mempunyai anak, mereka boleh mendaftar terus untuk dapatkan sijil kelahiran tanpa perlu dokumen daripada mahkamah, tetapi nama bapa tidak akan dimasukkan dalam rekod.

“Maklumat itu boleh diganti dengan nama sebenar bapa selepas mendapat pengesahan status perkahwinan,” katanya

Wednesday, June 2, 2010

25 Pesanan Luqmanul Hakim


1. Hai anakku; ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.

2. Orang - orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.

3. Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.

4. Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

5. Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

6. Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.

7. Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

8. Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

9. Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11. Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12. Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

13. Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14. Makanlah makananmu bersama sama dengan orang - orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15. Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.

16. Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

17. Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18. Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19. Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ (riak) yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20. Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21. Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

22. Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia siakan hartamu.

23. Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

24. Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

25. Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan
nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

 

blogger templates | Make Money Online