BERKONGSI NIKMAT IMAN, ISLAM ALLAHHU AKBAR

Wednesday, September 15, 2010

DEMI WAKTU



Mario Teguh @ Golden Ways

Saudaraku,
Buah hati dari ibu mu yang sahabat ibu ku,
Yang telah khusuk mendoakan mu dan mendoakan ku,
Bahkan jauh sebelum hari kelahiran mu dan kelahiran ku,

Sadarilah bahwa,

Kehidupan ini sudah BESAR, engkau tidak akan bisa membesarkannya lagi.
Sehingga sebetulnya engkau tumbuh dari ukuran-ukuran KECILl mu untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kehidupan yang BESAR.

Dan yang ini adalah pengertian yang bila kau kuasai, engkau akan menguasai kehidupan,
bahwa....

"WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU".

Mungkin kalimat ku itu terlalu kecil dan sederhana jika kau bandingkan dengan pembiasan orang lain kepadamu untuk mendengar kalimat-kalimat besar yang panjang dan berbunga rampai, tetapi yang berbuah kecil-kecil dan sedikit.

Aku ulangi ya?

"WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU".

Maka janganlah ada sedikit keraguan di hatimu, bahwa...

Demi waktu,

Jika engkau tidak berSIKAP, berPIKIRr, dan berLAKU yang menumbuhkan KEKUATAN, engkau pasti menumbuhkan KELEMAHAN. Dan yang diLEMAHkan adalah KEHIDUPANMU.

Rasa ENGGAN adalah KEKUATAN yang sangat besar, baik untuk mencapai KEBERHASILAN atau menyebabkan KEGAGALAN.

Maka ENGGANlah terlibat dalam hal-hal yang TIDAK mengHASILkan.
Dan berSEGERAlah dengan hal-hal yang mengHASILlkan, walau sekecil apapun.

Demi waktu,

Jika bukan KEBAIKAN yang mewarnai hati, pikiran, dan gerakan-gerakan tubuh mu, pasti KEBURUKAN yang tumbuh subur dalam hari-hari mu. Dan yang diBURUKkan adalah KEHIDUPANMU.

Maka berSEGERAlah menambahkan keBAIKan dalam setiap langkah keseharian mu, agar keAJAIBan yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keINDAHan hidupmu.

Demi waktu,

Jika bukan KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara mu, pasti BUKAN KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang kau lihat dan rasakan di dunia ini. Dan yang dikejamkan adalah KEHIDUPANMU.

Engkau adalah PENA yang menuliskan CERITA kehidupanmu sendiri.
Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan mu adalah tangan Tuhan.



Sahabat pengisi hatiku,
Yang menjadi tujuan dari semua kerja keras ku,

Khidmat aku berharap bahwa engkau tidak mengijinkan KERAGUAN mengganggu yang telah kau mengerti sebagai yang baik bagi mu. Karena jika engkau MERAGUKAN KEBAIKAN, engkau MEMASTIKAN KERAGUAN sebagai penghalang keMULIAan mu.

Perhatikanlah ini...

Jika engkau bersumpah, engkau memulainya dengan “Demi TUHAN …”

Dan karena Tuhan serius dalam niat-Nya untuk meMULIAkan mu, Dia memulai dengan “Demi MASA …”

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan pintu hatimu terbuka lebar dan me-RAKSASA-kan balai KEINDHAN yang menjadi ruang tertatanya semua kejadian dalam hidupmu.

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan BIBIR mu BERGETAR dengan PUJIAN dan PUJAAN kepada Tuhan yang menjadi TUJUAN kehidupan mu, dan HATI mu berSUJUD dalam PENYERAHAN yang menyeluruh kepada Yang Maha Memelihara mu.

Engkau adalah KEKASIH Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali meMULIAkan mu.

Maka, jika BESAR HARAPAN mu untuk menjadi PRIBADI yang berHARGA, HARGAilah waktu.

Dan tetapkanlah ini sebagai hukum bagi mu, bahwa…

HARGA mu hanya SEBANDING dengan PENGHARGAAN mu terhadap WAKTU.

<3 <3 <3


Sahabat Hikmah…
Untuk menyambut Ramadhan, marilah mulai sekarang kita memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk meMULIAkan diri kita di hadapan Allah dengan beramal, yang menurut kita amalan itu KECIL tetapi di hadapan ALLAH merupakan amalan yang SANGAT BESAR…dan akan MENYELAMATKAN diri kita di dunia dan akhirat.


Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah solallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

* BERSUCI adalah separuh dari keImanan,

*Bacaan ‘ALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi beratnya timbangan (di akhirat),

*Bacaan ‘SUBHANALLAAH WALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi,

*SHOLAT adalah NUUR,

*SHADAQAH itu merupakan BURHAN,

*SHABAR itu merupakan DHIYA' ,

*Dan Al QUR’AN itu merupakan HUJJAH yang akan menjadi saksi atasmu atau membelamu.

Setiap jiwa manusia melakukan AMAL untuk menJUAL dirinya, maka sebagian mereka ada yang memBEBASkannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menJERUMUSkannya (dalam siksa-Nya).”

(HR Muslim)


Makna Hadits di atas adalah:

# Bersuci Adalah Separuh Iman
Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah:

Bersuci diartikan dengan bersuci dari najis maknawi, yaitu dosa-dosa, baik dosa batin maupun dosa zhahir. Karena iman ada dua bentuk, yaitu MENINGGALKAN dan MELAKUKAN, maka tatkala sudah meninggalkan dosa-dosa bererti sudah memenuhi separuh iman.

Bersuci diartikan dengan bersuci dengan air. Bersuci dengan air ada dua macam, yaitu bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Bila bersuci diartikan dengan suci dari hadats kecil dan hadats besar maka yang dimaksud dengan iman adalah solat. Jadi bersuci itu separuh dari solat. Solat dikatakan sebagai iman karena merupakan pokok amalan iman.

# “Alhamdulillah” Memenuhi Timbangan. “Alhamdulillah” adalah pujian bagi Allah atas seluruh kesempurnaan-Nya. Allah terpuji dalam lima hal sebagai berikut :
1. Terpuji karena kesempurnaan rububiyah-Nya.
2. Terpuji karena kesempurnaan uluhiyah-Nya.
3. Terpuji karena kesempurnaan asma dan sifat-Nya.
4. Terpuji karena kesempurnaan takdir-Nya.
5. Terpuji karena kesempurnaan syariat-Nya.

“Alhamdulillah” memenuhi timbangan dapat diartikan dengan dua penafsiran yaitu : Amalan yang lainnya diletakkan dalam timbangan terlebih dahulu kemudian “alhamdulillah”, maka penuhlah timbangan.

# ”Alhamdulillah” sebagai pasangan dari “subhanallah”. Agama sempurna dengan dua hal, itsbat dan tanzih. “Alhamdulillah” merupakan itsbat dan “subhanallah” merupakan tanzih. Maka jika “subhanAlloh” diletakkan dalam timbangan kemudian baru “alhamdulillah” penuhlah timbangan dan dengan dua kalimat itu akan memenuhi ruangan langit dan bumi.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan pada lisan -yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan -di akhirat-, dicintai oleh Allah Maria Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim." Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung. (Muttafaq 'alaih)


# Solat Sebagai Nur, Sodaqoh Sebagai Burhan dan Sabar Sebagai Dhiya'
Nur adalah cahaya yang tidak memancarkan sinar.
Burhan adalah cahaya yang memancarkan sinar namun tidak menyengat.
Dhiya’ adalah cahaya yang memancarkan sinar yang menyengat, dan membakar.

Solat dikatakan sebagai nur karena di dalamnya terdapat ketenangan.
Sodaqoh dikatakan sebagai burhan, karena di dalamnya terdapat keberkatan.
Sabar dikatakan sebagai dhiya’ karena di dalamnya terdapat keberkatan yang sangat sangat besar.

(Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id/)

Friday, September 10, 2010

Agar HIDUP selalu INDAH dan NIKMAT




HIDUP adalah arena UJIAN
HIDUP adalah gudangnya MASALAH
Bahkan orang MATI pun mempunyai MASALAH
Kecuali mereka yang berIMAN dan berTAQWA

Buat orang yang berIMAN dan berTAQWA …
….....HIDUP adalah INDAH
Buat orang yang berIMAN dan berTAQWA…
…….UJIAN dan MASALAH akan terasa NIKMAT
Apalagi setelah MATI…

Mereka memandang keBAIKan dan keBURUKan sebagai UJIAN
Mereka memandang keBAIKan dan keBURUKan sebagai MASALAH
Mereka meNIKMATinya dengan keKHUSUKan dan rasa CINTA
Dan bagi mereka tidak ada MASALAH lagi setelah MATI

Mereka tidak pernah LALAI bila mendapat keBAIKan
Mereka tidak pernah berKELUH bila mendapat keBURUKan
Dan mereka selalu mendapat keBAIKan setelah keMATIan

keBAIKan yang didapat bagi mereka adalah…
………….....KASIH SAYANG dan FADILAH Allah
keBURUKan yang didapat bagi mereka adalah…
……………...keBERSAMAan dan kePASRAHan kepada-Nya
dan keMATIan bagi mereka adalah
……………...kePUASan yang tak berkeSUDAHan

Dengan keBAIKan mereka berSYUKUR
Dengan keBURUKan mereka berSABAR dan berTAWAKKAL
Dengan keMATIan mereka berTEMU Allah Sang KEKASIH

Karena mereka selalu mendapatkan NUR ( CAHAYA ) dari PENGUASA Alam
Karena mereka selalu mendapatka FURQAN ( PEMBEDA ) dari Sang PENCIPTA
Dan karena DOSA dan keSALAHannya telah diHAPUS dan diAMPUNi
Dan karena PAHALAnya diLIPATGANDAkan.

Maka marilah kita menaikkan LEVEL kita menjadi orang-orang berTAQWA
Dengan menjalankan SELURUH ATURAN Allah Subhanahu wa ta’ala,
Dan dengan menjalankan RUKUN ISLAM yang ketiga …
…………berPUASA di bulan RAMADHAN


“Hai orang-orang yang berIMAN, diWAJIBkan atas kamu berPUASA sebagaimana diWAJIBkan atas orang-orang SEBELUM kamu agar kamu berTAQWA” (QS 2:183)

“Kami akan mengUJI kamu dengan keBURUKan dan keBAIKan sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21:35)

“Hai orang-orang yang berIMAN, jika kamu berTAQWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAN ( PEMBEDA ) dan mengHAPUSkan segala kesSALAHan-keSALAHanmu dan mengAMPUNi dosa-dosa mu. Dan Allah mempunyai KARUNIA yang besar.” (QS 8:29)

“Hai orang-orang yang berIMAN, berTAQWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT-Nya kepadamu DUA bagian (dunia dan akhirat), dan menjadikan untukmu NUR ( CAHAYA) yang dengan CAHAYA itu kamu berjalan dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 57:28)

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi WALI-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku SUKAi seperti bila ia melakukan yang FARDLU yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan SUNNAH hingga Aku menCINTAinya. Jika Aku telah menCINTAinya, maka jadilah Aku sebagai penDENGARannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai pengLIHATannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai TANGANnya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai KAKInya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meMOHON sesuatu kepada-Ku, pasti Aku MENGABULKANnya dan jika ia memohon perLINDUNGan, pasti akan Aku berikan kepadanya." [HR.Bukhari no. 6502]

“Barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya JALAN KELUAR (dari MASALAH) dan akan memberinya RIZQI dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang berTAWAKKAL kepada Allah niscaya Allah akan menCUKUPkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. “ (QS 65:2-3)

“Dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya keMUDAHan dalam urusannya.” (QS 65:4)

“Seandainya penduduk suatu negeri berIMAN dan berTAQWA pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keBERKAHan dari langit dan dari bumi, akan tetapi mereka menDUSTAkan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami SIKSA mereka disebabkan perbuatannya.”. (QS 7: 96)

“Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang berTAQWA kepada Allah niscaya Dia akan mengHAPUS keSALAHan-keSALAHannya dan akan meLIPATGANDAkan PAHALA baginya.” (QS 65:5)

Thursday, September 9, 2010

MULUTMU HARIMAUMU



Kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh AllahTermasuk nikmat dapat berbicara.Akan tetapi.... banyak yang salah menggunakan nikmat ini.Mereka tak mengerti bahwa mulut yang telah dikaruniakan oleh-Nyaseharusnya dapat dijaga dengan baik dan digunakan hanya untuk kebaikan.

Terutama sekali pada bulan Ramadhan

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang berIMAN kepada Allah dan Hari Akhir (Kiamat), hendaklah ia BERKATA yang BAIK atau DIAM" (Muttafaq 'Alaihi)

Lalu dalam hadist lain disebutkan:"Allah memberi rahmat kepada orang yang BERKATA BAIK lalu mendapat keUNTUNGan, atau DIAM lalu mendapatkan keSELAMATan." (HR Ibnul Mubarak)

Demikianlah....Lidah seseorang itu sangat berbahaya sehingga dapat mendatangkan banyak kesalahan.

Imam Ghazali telah menghitung ada 20 bencana karena lidah...antara lain:

berdusta,

ghibah (membicarakan kejelekan orang lain),

adu domba,

saksi palsu,

sumpah palsu,

berbicara yang tidak berguna,

menertawakan orang lain,

menghina orang lain,

memaki,dsb.

Jadi, sebaiknya kita memelihara perbuatan kita,dan jangan menghambur-hamburkan perkataan yang sekiranya dapat membahayakan kita.Umumnya manusia yang BANYAK omong selalu berbuat SALAH dan DOSA.

Karena itu, mukmin yang senantiasa merasa diawasi oleh Allahwajib mengerti bahwa PERKATAAN itu termasuk amalannya yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk.Karena pena Ilahi tidak mengalpakan satupun perkataan yang diucapkan manusia.Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya,dan Kami lebih DEKAT kepadanya daripada urat lehernya.(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya,seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada suatu UCAPANpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

(QS. Qaaf: 16-18)

Karena itu...KATAKANLAH yang BAIK agar kita mendapatkan KEBERUNTUNGAN,dan DIAMLAH dari keburukan supaya kita SELAMAT



Wednesday, September 8, 2010

KISAH KAIN BATIK DAN KAIN KAFAN




Sebuah toko kain yang sangat terkenal mendapat pesanan kain BATIK dan kain KAFAN pada hari yang sama. Kain BATIK telah dipesan oleh seorang pejabat negara dan kain KAFAN yang telah dipesan oleh keluarga seorang alim ulama yang soleh dan menjadi teladan untuk masyarakat. Sebelum kain-kain tersebut dibawa oleh pemesannya, terjadilah percakapan antara kain KAFAN dan kain BATIK………….

BATIK: “Hey….kain mayit. Selamat tinggal ya?! Sebentar lagi kamu mau masuk ke kubur. Ha…ha….ha….”

KAFAN: “Ya….terimaksih saudaraku sudah memberikan selamat untukku.”

BATIK: “Kasihan banget ya nasibmu. Kain murahan, dipakein buat bangkai manusia pula. Aku dong nih kain mahal, ada coraknya, bisa dibanggain sama yang make, apalagi jadi rebutan INDONESIA sama MALAYSIA. Ha….ha…ha….”

KAFAN: “Aku bangga kok biarpun cuma jadi kain KAFAN…”

BATIK: “Apanya yang bisa dibanggain??? Sebentar lagi kamu naik keranda menuju kubur yang gelap. Sedangkan aku akan naik mobil mewah dan menuju ke hotel berbintang tempat resepsi pernikahan. Aku akan dilihat artis, pejabat-pejabat tinggi dan orang-orang hebat lainnya…..”

KAFAN: “Tidak apa-apa aku naik keranda. Aku bahagia karena dalam perjalananku orang-orang akan melafalkan tasbih,tahmid,tahlil,takbir serta do’a yang akan membuat jenazah yang memakaiku nyaman dalam keranda. Aku juga akan bertemu malaikat penjaga kubur. Aku siap menjadi saksi saat manusia soleh yang mengenakanku ditanya oleh malaikat”

BATIK: “Ha…ha….kamu akan masuk tanah membungkusi bangkai manusia lalu akan dikerumunin cacing-cacing….”

KAFAN: “Tidak apa-apa, aku merasa lebih beruntung dari kamu. Aku tidak akan merasakan sakitnya dijahit, tidak akan pernah merasakan betapa tersiksanya di dalam mesin cuci dikucek-kucek, diperes. Tidak sampai di situ penderitaanmu. Kamu akan dipanggang di bawah terik matahari, setelah kering kamu akan dihaluskan dengan setrika…”

BATIK: (masih ngeyel dan sombong) “Pepatah mengatakan bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Setelah penderitaan yang kamu sebutkan tadi aku akan jadi busana yang bisa membuat orang terkagum kagum. Sedang kamu akan ditelan BUMI bersama bangkai manusia. Selain itu aku tidak akan pernah masuk kubur. Soalnya belum denger tuh orang mati pake BATIK……”

KAFAN: “Kamu lupa saudaraku??? Bahwa manusia cepat sekali bosan. Entah 2 bulan,6 bulan atau 1 tahun. Kamu akan dicampakkan oleh manusia. Setelah warnamu pudar atau jahitanmu sobek. Kamu hanya akan menjadi sampah yang berada di antara tumpukkan sampah yang baunya busuk dan dibakar. Atau tidak jarang juga manusia menggunakanmu untuk membersihkan kotoran.”

BATIK: “Arrrrrrrrrgggghhhhhhhhhh……diam jangan bicara lagi!!!!!!!!!!!!!”



Janganlah sombong dengan kecantikan fisik dan limpahan materi.
Kita tidak berhak merendahkan orang lain.
Bahwa Tuhan tidak melihat manusia berdasar fisik dan kekayaan,
Tapi amal kebaikan dan manfaat kita untuk orang lain.
Dan jadilah manusia yang berguna untuk orang lain dalam hal kebaikan.


Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:
“Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Oleh karena itu, barang siapa mengambilnya dari-Ku berperilaku dengan salah satu dari keduanya, maka Aku akan mencampakkannya ke neraka. (HR. Abu Dawwud dari Abu Hurairah ra).

Tuesday, September 7, 2010

PENYESALAN ORANG YANG MENINGGAL KHUSNUL KHOTIMAH


Marilah kita meningkatkan amal ibadah kita, terutama dengan beri'tikaf di masjid

Karena PENYESALAN ...ternyata bukan hanya milik orang yang meninggal secara SU'UL KHOTIMAH karena amal buruknya,

Orang yang meninggal secara KHUSNUL KHOTIMAH pun bisa menyesal karena amal baiknya merasa belum maksimal.

Untuk itu marilah kita baca kembali kisah hikmah yang pernah di posting KKH berikut:

ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI…ANDAIKATA YANG MASIH BARU…ANDAIKATA SEMUANYA…

Seperti biasa ketika hari Jum’at tiba para kaum lelaki berbondong-bondong menunaikan ibadah Sholat Jum’at ke Masjid, ketika itu ada seorang Sahabat sedang bergegas menuju ke Masjid, di tengah jalan berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntunnya, lalu sahabat ini dengan sabar dan penuh kasih membimbingnya hingga tiba di masjid.

Pada hari yang lain ketika waktu menjelang Shubuh dengan cuaca yang amat dingin, Sahabat tersebut hendak menunaikan Jama’ah Sholat Shubuh ke Masjid, tiba-tiba ditengah jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan, kebetulan Sahabat tadi membawa dua buah mantel, maka ia mencopot mantelnya yang lama untuk diberikan kepada lelaki tua tersebut dan mantelnya yang baru ia pakai.

Pernah juga pada suatu ketika Sahabat tersebut pulang ke rumah dalam keadaan sangat lapar, kemudian sang istri menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging, namun tiba-tiba ketika hendak memakan roti yang sudah siap santap untuk dimakan tadi datanglah seorang musafir yang sedang kelaparan mengetuk pintu meminta makan, akhirnya roti yang hendak beliau makan tersebut dipotong menjadi dua, yang sepotong diberikan kepada musafir dan yang sepotong lagi beliau memakannya.

Maka ketika Sahabat tersebut wafat, Rosulullah Muhammad SAW datang, seperti yang telah biasa dilakukan beliau ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.

Kemudian Rosulullah berkata,” Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”Istrinya menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”

“Apa yang di katakannya?”

“Saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum wafat, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”

“Bagaimana bunyinya?” desak Rosulullah.

Istri yang setia itu menjawab, suami saya mengatakan “Andaikata lebih panjang lagi……andaikata yang masih baru..….andaikata semuanya…….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?”

Rosulullah tersenyum.”sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,”ujar beliau. Jadi begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan betapa luar biasanya pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “andaikan lebih panjang lagi”. Maksud suamimu, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya lebih besar lagi.

Ucapan lainnya ya Rosulullah?” tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab,”adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Coba andaikan yang masih baru yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”.Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,”Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba- tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu.

Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘ kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.

Orang yang BERAMAL BAIK saja dia MENYESAL di AKHIR HAYATNYA...

Bagaimanakah dengan orang yang selama hidupnya BERAMAL BURUK?

Dan janganlah kita MENYESAL karena amal baik kita kurang MAKSIMAL...

Maka marilah BERMUJAHADAH untuk beramal di pengujung bulan Ramadhan dengan lebih giat lagi

Seperti Rasulullah, di setiap 10 hari terakhir beliau lebih giat beribadah dengan beri'tikaf,

Menghidupkan malamnya untuk sholat, tilawah, berdzikir dan berdo'a

Bahkan beliau ber'tikaf 20 hari pada Ramadhan sebelum beliau wafat.

Itu Rasulullah yang maksum...

Bagaiamana dengan kita yang masih membutuhkan banyak amal...

Untuk memberatkan timbangan amal di 'Hari Pengadilan'...

Untuk menghapus dosa-dosa yang terus menggunung...

Marilah bergegas, tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat...

Perbanyak tilawah Al Quran, Dzikir setiap saat, bersedekah, memberi makan takjil dsb...

Karena Ramadhan adalah bulan OBRAL pahala,

Bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala

Karena kita semua tidak tahu apakah tahun depan masih bisa berjumpa Ramadhan kembali

Amal ibadah kita bukan untuk keperluan Allah...Tetapi untuk kepentingan kita sendiri

Allah tidak membutuhkan peribadatan kita...

Kita yang membutuhkan ampunan dan rahmat-Nya

Agar kita selamat di akhirat nantinya...

Allah berfirman (yang artinya) : “Jika kamu BERBUAT BAIK (berarti) kamu berbuat baik BAGI DIRIMU SENDIRI dan jika kamu BERBUAT JAHAT, Maka (kejahatan) itu BAGI DIRIMU SENDIRI”. (Al-Isra:7)

Selamat bermujahadah dalam beribadah Ramadhan...

Wassalam

Thursday, September 2, 2010

10 Pintu Setan dalam Menyesatkan Manusia


Sahabat Hikmah,

Ketahuilah bahwa HATI adalah ibarat sebuah BENTENG.

Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut.

Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu.

Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya.

Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi.

Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya.

Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak.

Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya.

Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.

Pintu pertama: HASAD (dengki) dan TAMAK.

Ini adalah pintu terbesar dan pertama yang telah menggelincirkan Nabi Adam dan anaknya. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua: MARAH

Ini juga adalah pintu terbesar. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Inilah yang terjadi seorang anak membunuh bapaknya atau sebaliknya. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Pintu ketiga: SANGAT SUKA MENGHIAS-HIASI

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat: KENYANG

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan SYAHWAT dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.

Pintu kelima: TAMAK KEPADA ORANG LAIN

Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam: TERGESA-GESA

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”

(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh: CINTA HARTA

Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan: TA'ASHUB GOLONGAN

Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan: MEMIKIRKAN HAKEKAT DZAT DAN SIFAT ALLAH

Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh: BURUK SANGKA

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.

Rujukan: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy

Wednesday, September 1, 2010

NAMA2 ALLAH SWT DAN MAKNANYA.

( Asmaul Husna )


1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
...6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Saba

 

blogger templates | Make Money Online